CIMAHI — Upaya memperluas lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong pembangunan yang berwawasan lingkungan menjadi bagian dari arah program Koperasi Produsen Salawe Jajar Bumi Pasundan (KSBP) Group di Kota Cimahi.
Ketua KSBP Kota Cimahi, Suprayetno, yang juga dipercaya menangani Administrasi dan Perizinan Khusus Jawa Bidang Pembangunan, mengatakan pihaknya kini tengah mempersiapkan sejumlah langkah strategis melalui kolaborasi antara PT WRO DANAHAR HOLDING GROUP dan KSBP Group.
Pernyataan tersebut disampaikan Suprayetno kepada awak media, Kamis (1/10/2026). Ia menyebut kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong program pembangunan yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Suprayetno sendiri diangkat sebagai Ketua KSBP Kota Cimahi berdasarkan Surat Keputusan Pembentukan KSBP Kota Cimahi Nomor 015/SKPC/KPSBP/08/26 yang diterbitkan oleh Ketua Umum KSBP Group, Andi Bagas Saputra.
Menurut Suprayetno, keterlibatannya di KSBP bukan semata-mata karena organisasi tersebut bergerak dalam bidang koperasi. Ia mengaku justru tertarik setelah memahami bahwa ruang gerak KSBP mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari pembangunan, pertanian, ketahanan pangan hingga penciptaan lapangan kerja.
Bukan Sekadar Koperasi Simpan Pinjam
Sebagai seseorang yang sebelumnya pernah berada di lingkungan DPUPR, Suprayetno mengaku semula memiliki pandangan bahwa KSBP merupakan koperasi yang bergerak terutama dalam bidang simpan pinjam.
Namun, setelah mempelajari visi dan program yang dikembangkan KSBP Group di bawah kepemimpinan Andi Bagas Saputra dan Toni Setiawan, pandangan tersebut berubah.
“Awalnya kami mengira KSBP hanya bergerak di bidang simpan pinjam. Ternyata cakupannya jauh lebih luas. Kami melihat ada visi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi pengangguran dan mendorong perekonomian,” ujar Suprayetno.
Ia menilai gagasan tersebut memiliki irisan dengan semangat PT WRO DANAHAR HOLDING GROUP yang menurutnya juga diarahkan pada pengembangan program yang memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dalam menjalankan tugasnya di Kota Cimahi, Suprayetno didampingi sejumlah personel, di antaranya Nurul Amin sebagai Sekretaris, M. Saleh sebagai Bendahara, Aceng Kurnia, SH, serta Drs. Iqbal Warsalim.
Fokus Pembangunan Berbasis Eco Green
Di sektor pembangunan, Suprayetno mengatakan KSBP akan mendorong konsep pembangunan berbasis Eco Green.
Menurut dia, pendekatan tersebut penting agar pembangunan ekonomi tidak mengabaikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
“Khusus bidang pembangunan, kami siap menjalankan program berbasis Eco Green. Meskipun KSBP masih tergolong baru, jangkauan programnya sudah diarahkan secara nasional dan didukung tenaga profesional di bidang teknik konstruksi,” katanya.
Konsep Eco Green yang dikembangkan KSBP antara lain mengedepankan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle, sekaligus mendorong penggunaan sumber daya secara lebih efisien.
Dalam praktiknya, konsep tersebut dapat diterapkan melalui pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, efisiensi energi, pengelolaan sampah, penghematan air, penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan serta dukungan terhadap sumber energi dengan emisi lebih rendah.
Suprayetno juga menyebut pemanfaatan energi bersih, termasuk Gas Alam Cair atau LNG, sebagai salah satu bagian dari gagasan yang ingin dikembangkan.
Ketahanan Pangan dan Lapangan Kerja
Selain pembangunan, KSBP juga menempatkan sektor pangan dan pertanian sebagai salah satu bidang yang mendapat perhatian.
Penguatan sektor pertanian, khususnya tanaman palawija, diarahkan untuk membangun ekosistem pangan yang lebih mandiri sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Dalam visi yang disampaikan KSBP, pembangunan wilayah Pasundan diarahkan agar mampu menjadi kawasan yang makmur, memiliki ketahanan pangan dan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan melalui kolaborasi serta inovasi berbasis kerakyatan.
Sejumlah misi yang dikedepankan meliputi penyediaan pangan yang sehat dan terjangkau, peningkatan pendapatan petani, penguatan ekonomi anggota serta pengembangan sektor pertanian yang mampu menghadapi perubahan iklim dan dinamika ekonomi.
Namun, bagi Suprayetno, terdapat satu agenda yang menjadi perhatian utama, yakni penciptaan lapangan kerja.
“Kami ingin program yang dijalankan bisa menyerap tenaga kerja seluas-luasnya. Fokus utama kami adalah bagaimana masyarakat memiliki pekerjaan dan penghasilan. Semangatnya adalah Indonesia tanpa pengangguran,” tegasnya.
Dari Cimahi untuk Program yang Lebih Luas
Suprayetno mengatakan KSBP Kota Cimahi akan berupaya menerjemahkan visi tersebut dalam program yang dapat diterapkan secara nyata, khususnya di Jawa Barat.
Ia menilai pembangunan ekonomi, ketahanan pangan dan kepedulian lingkungan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Ketiganya membutuhkan kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, koperasi dan pemerintah.
“Kami mendukung program pemerintah yang berwawasan keberlanjutan. KSBP ingin membawa semangat kerakyatan melalui ketahanan pangan, kepedulian terhadap lingkungan dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap visi KSBP tersebut menjadi alasan dirinya bersama jajaran di Kota Cimahi siap menuangkan gagasan dan pengalaman yang dimiliki untuk mendukung program organisasi.
“Yang paling utama bagi kami adalah bagaimana program ini bisa memberikan manfaat kepada rakyat. Ketahanan pangan penting, lingkungan penting, tetapi penciptaan lapangan kerja juga menjadi prioritas,” pungkas Suprayetno.jupri

