PANGANDARAN, 26 September 2026 — Upaya memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan terus didorong melalui kolaborasi antara petani, pemerintah, koperasi, serta berbagai elemen masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) pertanian dan pangan yang digelar Koperasi Produsen Salawe Jajar Bumi Pasundan (KSBP) GROUP di Pangandaran, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya para petani dan pemangku kepentingan dari sejumlah daerah. Selain membahas teknik budidaya, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan hasil pertanian hingga potensi berbagai komoditas sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Ketua Umum KSBP, Andi Bagas Saputra, hadir bersama Ketua Dewan Pembina KSBP Toni Setiawan, Bendahara Umum KSBP Arsinta Tyas Dhiyani, serta jajaran pengurus dan tim KSBP GROUP.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Tata, perwakilan DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Pangandaran, jajaran Karang Taruna, tokoh masyarakat setempat, Mulya dari Cirebon, R. Slamet Jubaedi selaku penyuluh lintas sektor dari Cirebon, serta para petani dari sejumlah wilayah, di antaranya Ciamis, Purwakarta dan Bekasi.
Membahas Potensi Beragam Komoditas
Materi BIMTEK tidak hanya berfokus pada proses produksi pertanian, tetapi juga memperkenalkan potensi sejumlah komoditas yang dinilai memiliki peran dalam mendukung diversifikasi pangan.
Padi menjadi salah satu komoditas utama yang dibahas karena masih menjadi sumber pangan pokok masyarakat Indonesia. Peserta juga mendapatkan materi mengenai sorgum yang memiliki karakteristik relatif tahan terhadap kondisi kering dan berpotensi dikembangkan sebagai salah satu alternatif sumber pangan.
Selain itu, jagung, kacang sacha inchi, garam, gula kelapa, ikan air tawar, serta ayam kampung turut menjadi bagian dari pembahasan.
KSBP GROUP mendorong agar komoditas tersebut tidak hanya dipandang dari sisi produksi, tetapi juga dari peluang pengembangan ekonomi petani, pengolahan hasil, serta pemanfaatannya dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Sacha inchi, misalnya, dikenal sebagai tanaman yang memiliki kandungan lemak tidak jenuh dan sejumlah nutrisi. Sementara itu, ikan air tawar dan ayam kampung dibahas sebagai sumber protein yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Pada komoditas gula kelapa, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai karakteristik produk dan potensi pengembangannya sebagai produk pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi.
Petani Menjadi Bagian Penting Ketahanan Pangan
Dalam kegiatan tersebut, Toni Setiawan yang menjadi salah satu penyaji materi, didampingi Andi Bagas Saputra, menekankan bahwa penguatan ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan langsung para petani.
Menurut Toni, keberhasilan pembangunan sektor pangan tidak dapat dilepaskan dari mereka yang bekerja langsung di lahan pertanian.

«“BIMTEK ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan bersama. Petani memiliki peran yang sangat penting karena dari tangan merekalah berbagai kebutuhan pangan masyarakat diproduksi,” ujar Toni.»
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat memperluas wawasan para petani, sekaligus membuka ruang kerja sama antarwilayah dalam mengembangkan sektor pertanian dan pangan.
Menurutnya, Pangandaran menjadi salah satu titik penting untuk membangun komunikasi dan kolaborasi karena sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta potensi pangan lokal memiliki peluang untuk terus dikembangkan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempertemukan pengalaman petani dari berbagai daerah dengan gagasan pengembangan usaha berbasis pangan.
KSBP GROUP menyatakan akan terus mendorong kolaborasi dengan petani dan berbagai pihak agar sektor pangan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memberikan nilai tambah dan peluang ekonomi bagi para pelakunya.
“Dari Pangandaran kita berharap semangat ini terus berkembang. Ketahanan pangan harus dibangun bersama, mulai dari petani, masyarakat, koperasi hingga seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap masa depan pangan Indonesia,” pungkas Toni.




