143 Siswa SMAN 1 Tukdana Diduga Keracunan MBG, SPPG Kerticala II Dihentikan Sementara

INDRAMAYU | PENA KEADILAN NEWS

Reporter : Adrian

 

Sebanyak 143 siswa SMAN 1 Tukdana, Kabupaten Indramayu, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (5/10/2026).

Para siswa mulai mengalami sejumlah keluhan sekitar pukul 10.30 WIB. Gejala yang dilaporkan antara lain pusing, mual, sakit perut hingga muntah.

Makanan MBG tersebut diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kerticala II yang menjadi penyedia makanan bagi para siswa.

Data terbaru Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu mencatat jumlah siswa yang terdampak mencapai 143 orang. Sebagian besar telah mendapatkan penanganan medis dan kondisi mereka berangsur membaik.

Dari sejumlah korban, beberapa siswa sempat menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Data yang disampaikan pada 6 Oktober menyebut delapan siswa sempat dirawat di puskesmas, lima siswa dirujuk ke RSUD Indramayu, sementara 41 siswa menjalani rawat jalan.

 

Menu Ayam Tepung Diperiksa

Tim gabungan kemudian melakukan pemeriksaan untuk mencari penyebab munculnya gejala tersebut.

Dinas Kesehatan, BPOM, kepolisian, kejaksaan dan TNI melakukan pemeriksaan ke SMAN 1 Tukdana dan SPPG Kerticala II. Salah satu makanan yang menjadi perhatian adalah menu ayam tepung yang disebut memiliki aroma kurang sedap.

Namun, dugaan tersebut masih dalam proses pemeriksaan dan belum dapat disebut sebagai penyebab pasti. Sampel makanan dan pemeriksaan lainnya diperlukan untuk memastikan sumber kejadian.

 

SPPG Siap Bertanggung Jawab

Pihak SPPG Kerticala II menyampaikan permintaan maaf kepada para siswa dan orang tua yang terdampak.

Perwakilan SPPG juga menyatakan kesediaannya membantu menanggung biaya pengobatan siswa yang harus mengeluarkan biaya pribadi, khususnya bagi korban yang tidak memiliki BPJS maupun asuransi kesehatan.

Sementara itu, operasional SPPG Kerticala II dihentikan sementara sebagai bagian dari penanganan pascakejadian dan proses pemeriksaan.

Hingga perkembangan terakhir, penanganan terhadap siswa yang mengalami gejala masih dilakukan oleh tenaga kesehatan. Dua pasien juga masih menjalani perawatan di RSUD Indramayu berdasarkan laporan rumah sakit pada Selasa (6/10/2026).

Peristiwa ini menjadi perhatian karena program MBG merupakan program pemerintah yang menyasar pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik. Pemeriksaan terhadap makanan dan proses penyediaannya kini menjadi bagian penting untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus mencegah kasus serupa terulang.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan segera menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka setelah seluruh proses pengujian selesai.

Pena Keadilan News akan terus memantau perkembangan kasus ini.